
Metro — Universitas Muhammadiyah (UM) Metro melalui Satuan Pengawas Internal (SPI) terus melakukan ikhtiar penguatan sistem pengawasan dan tata kelola kelembagaan guna mendukung pengembangan universitas yang lebih akuntabel dan berorientasi pada peningkatan mutu institusi, dengan memperkuat kompetensi auditor internal agar mampu menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, objektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi tim audit internal yang digelar di Ruang Rapat Gedung KH Ahmad Dahlan UM Metro, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan dihadiri Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, Wakil Rektor II Dr. Nedi Hendri, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Drs. Purwiro Hajati, serta Kepala SPI UM Metro Elmira Febri Darmayanti.
Dalam sambutannya, Dr. Nyoto Suseno menegaskan bahwa auditor internal memiliki posisi strategis dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Menurutnya, keberadaan auditor tidak hanya sebatas melakukan pemeriksaan administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan pencapaian standar mutu universitas.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan agar proses audit mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan institusi.
“Penguatan tata kelola harus dibangun melalui sistem pengawasan yang baik. Auditor internal harus mampu menjadi bagian dari percepatan pengembangan universitas,” ujarnya.

Kegiatan ToT menghadirkan narasumber Indah Permata Dewi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang membagikan pengalaman dan pola audit internal berbasis pengembangan mutu institusi.
Dalam paparannya, Indah menjelaskan bahwa paradigma audit saat ini tidak lagi berorientasi pada pencarian kesalahan, melainkan menjadi instrumen evaluasi dan pembinaan agar seluruh unit kerja berjalan sesuai standar organisasi.
Ia juga menyoroti pentingnya kemampuan auditor dalam menganalisis kepatuhan terhadap Standar Biaya Maksimum (SBM) sekaligus memberikan rekomendasi yang membangun kepada auditi.
“Audit harus menghadirkan solusi dan perbaikan, bukan menimbulkan rasa takut bagi unit yang diaudit,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Nedi Hendri menyampaikan bahwa pelaksanaan audit lapangan dijadwalkan mulai berlangsung pada Juni 2026 selama satu bulan penuh.
Hasil audit nantinya akan menjadi bahan evaluasi pimpinan universitas untuk memastikan peningkatan kualitas tata kelola berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, SPI UM Metro juga berencana menggelar koordinasi lanjutan bersama seluruh auditor guna menyamakan persepsi serta mempersiapkan dokumen pendukung sebelum audit dilaksanakan.
Dt Nedi Hendri berharap, melalui kegiatan ini, SPI UM Metro, mampu membangun sistem audit internal yang semakin profesional, adaptif, dan mendukung terciptanya budaya mutu di lingkungan universitas.

